Minggu, 16 Agustus 2015

Penenembak Tanpa Peluru


assalamualaikum,
Hai, apa kabar? saya yakin semuanya baik baik saja. postingan ini akan sedikit membahas soal pengalaman singkat yang melekat bagai perekat super kuat yang mengikat *yokat. lanjut.

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, begitu bunyinya. lalu mengapa harus bertemu jika akhirnya berpisah, dan mengapa datang jika hanya untuk pergi? karna mungkin dia datang bukan untuk mu tapi untuk yang lain. *eaaa*nyilet.

Tiap orang pasti pernah ngerasain yang namanya suka. konotasi suka juga beragam dari yang suka aja, suka-suka aja, suka banget, suka banget-banget, sampai suka-suka saya.. suka ini pun perlahan berubah ke fase pdkt, pdkt itu lebih menyenangkan dibandingkan setelah jadian, kenapa? karna ketika lo masih di zona ini disini gak ada batasan2 yg bkin lo merasa gak nyaman. lo gak harus ngatur apa yang mau di omongin, apa yang mau dilakuin, mau ngabarin tiap hari, blablabla dan ini menurut gue nyaman. *lah iya kan belum pacaran....

Ketika lo suka sama orang lo cenderung jadi orang yang lebih merhatiin kekurangan lo, apa yang salah dari lo dan belajar jadi lebih baik. dan yang terpenting menurut gue, gue jadi ada tujuan buat ke sekolah *uhuk. tapi makin kesini jadinya malah sedikit ganjel ketika orang yg lo suka di deketin sama orang lain. siapa cepat dia dapat ini mungkin yg gak gue lakuin karna justru gue cenderung ngulur-ngulur dan ini juga mungkin yg buat dia bosen *selain karna face. yah kebanyakan orang memang gak suka nunggu dan gak suka sesuatu yang gak jelas, semua orang butuh kepastian.

Ibarat hobi yang gak tersalurkan rasanya agak gimana gitu, dan ini yang gue rasain. ketika apa yang lo rasain gak bisa di"gelontorkan", status suka pun perlahan menjadi suka yang diam-diam. rasanya jadi orang yg suka diam-diam itu kayak jadi penembak jitu yang keabisan peluru, sasaran udah ada tapi gak bisa di tembak. sian.

Menyedihkan memang, tapi yah begitulah hidup, dimana ketika lo ngambil keputusan yang salah maka orang lainlah yang mengambil keputusan yang tepat. kadang terlintas di pikiran gue kalo semua cowok dan cewek itu sebenernya punya standard yang gak jauh beda, contohnya ya tiap cewek pasti suka sama cowok yang tinggi, putih, cakep, pinter, kaya pula. siapa yang gak mau? pertanyaannya kenapa masih ada cewek yang milih cowok yang jauh dari standard tadi? yap, mungkin karna dia pribadi yang baik. kriteria yang sempurna tadi cuma klasifikasi tentang gimana sih cowok yang mereka mau, yang mereka idamkan, tapi bukan apa yang sebenarnnya mereka butuhkan.


Dan mungkin ini juga yang gue alami, dimana gue terlalu menginginkan sesuatu yang mungkin belum saatnya dimiliki. karna pada kenyataannya terkadang apa yang kita mau, bukan apa yang baik untuk kita. gitu. dah ah aus babay.