Hai, apa kabar? saya yakin semuanya baik baik
saja. postingan ini akan sedikit membahas soal pengalaman singkat yang melekat bagai
perekat super kuat yang mengikat *yokat. lanjut.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, begitu
bunyinya. lalu mengapa harus bertemu jika akhirnya berpisah, dan mengapa datang
jika hanya untuk pergi? karna mungkin dia datang bukan untuk mu tapi untuk yang
lain. *eaaa*nyilet.
Tiap orang pasti pernah ngerasain yang namanya
suka. konotasi suka juga beragam dari yang suka aja, suka-suka aja,
suka banget, suka banget-banget, sampai suka-suka saya.. suka ini pun perlahan berubah ke fase pdkt, pdkt itu lebih
menyenangkan dibandingkan setelah jadian, kenapa? karna ketika lo masih di zona
ini disini gak ada batasan2 yg bkin lo merasa gak nyaman. lo gak harus ngatur
apa yang mau di omongin, apa yang mau dilakuin, mau ngabarin tiap hari, blablabla
dan ini menurut gue nyaman. *lah iya kan belum pacaran....
Ketika lo suka sama orang lo cenderung jadi
orang yang lebih merhatiin kekurangan lo, apa yang salah dari lo dan belajar jadi
lebih baik. dan yang terpenting menurut gue, gue jadi ada tujuan buat ke sekolah *uhuk.
tapi makin kesini jadinya malah sedikit ganjel ketika orang yg lo suka di deketin
sama orang lain. siapa cepat dia dapat ini mungkin yg gak gue lakuin karna justru
gue cenderung ngulur-ngulur dan ini juga mungkin yg buat dia bosen *selain karna face. yah kebanyakan
orang memang gak suka nunggu dan gak suka sesuatu yang gak jelas, semua orang
butuh kepastian.
Ibarat hobi yang gak tersalurkan rasanya agak
gimana gitu, dan ini yang gue rasain. ketika apa yang lo rasain gak bisa di"gelontorkan",
status suka pun perlahan menjadi suka yang diam-diam. rasanya jadi orang yg suka
diam-diam itu kayak jadi penembak jitu yang keabisan peluru, sasaran udah ada tapi
gak bisa di tembak. sian.
Menyedihkan memang, tapi yah begitulah hidup,
dimana ketika lo ngambil keputusan yang salah maka orang lainlah yang mengambil
keputusan yang tepat. kadang terlintas di pikiran gue kalo semua cowok dan cewek
itu sebenernya punya standard yang gak jauh beda, contohnya ya tiap cewek pasti
suka sama cowok yang tinggi, putih, cakep, pinter, kaya pula. siapa yang gak mau?
pertanyaannya kenapa masih ada cewek yang milih cowok yang jauh dari standard tadi?
yap, mungkin karna dia pribadi yang baik. kriteria yang sempurna tadi cuma klasifikasi
tentang gimana sih cowok yang mereka mau, yang mereka idamkan, tapi bukan apa yang
sebenarnnya mereka butuhkan.
Dan mungkin ini juga yang gue alami, dimana
gue terlalu menginginkan sesuatu yang mungkin belum saatnya dimiliki. karna pada
kenyataannya terkadang apa yang kita mau, bukan apa yang baik untuk kita. gitu.
dah ah aus babay.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar